Social Icons

v

30 Januari 2012

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Umpo

Nama     : Muhammad Nur Fredi
TTl          : Trenggalek, 26 Juni 1991
Jurusan   : Matematika
Kuliah     : Univ.Muhammadiyah Ponorogo
Asal         : Trenggalek




Nama     : Danang Tri Prasetyo
TTl        : Ponorogo, 02 Mei 1984
Jurusan  : Pendidikan Agama Islam
Kuliah   : Univ.Muhammadiyah Ponorogo
Asal       : Ponorogo


Nama     : Titis Susanti
TTl         : Pacitan, 07 Januari 1991
Jurusan : Akuntansi
Kuliah    : Univ.Muhammadiyah Ponorogo
Asal        : Tokawi Pacitan


Nama     : Muhammad Nur Freda
TTl        : Trenggalek, 26 Juni 1991
Jurusan   :  Matematika
Kuliah    :  Univ.Muhammadiyah Ponorogo
Asal        : Trenggalek




Nama     : Triwahyuni
TTl         : Madiun, 23 Oktober 1992
Jurusan : Teknik Informatika
Kuliah    : Univ.Muhammadiyah Ponorogo
Asal        : Delopo Madiun

16 Januari 2012

Latihan Di Pantai Teleng Pacitan

unit kegiatan mahasiswa baru ini melaksanakan latihan di pantai, yang lokasinya berada dipantai teleng ria, yang diikuti 3 unik pelatihan yang ada di kabupaten ponorogo yakni unik pelatihan an-nur, dan madrasah aliyah muhammadiyah. latihan tersebut bertujuan membangun generasi muda menuju prestasi. berikut foto- foto kegiatannya:






23 Desember 2011

UKT DAN PELANTIKAN UKM TAPAK SUCI UMP 2011


Ilmu beladiri Tapak Suci termasuk aliran Rasional, yang memanfaatkan kemampuan akal, dengan memfungsikan kegunaan fisik beserta perangkatnya yang ada dalam tubuh manusia, sehingga dapat berfungsi secara tepat antara organ yang ada kaitannya satu dengan lainnya, serta saling isi mengisi, pada saat dibutuhkan. Karena terbatasnya kemampuan akal, maka akal harus diisi dengan ilmu yang serba menyelamatkan manusia, dengan tidak mengabaikan peranan wahyu Allah, namun berusaha melaksanakan pesan pengarahan Allah.Dalam dunia persilatan ada dua macarn “tenaga” yang digunakan untuk membela dirinya dari ancaman makhluk lain, yaitu; l) Tenaga luar, dan 2) Tenaga dalam (dulu lebih dikenal dengan sebutan tenaga cadangan).
Ilmu yang dituangkan dalam Tapak Suci berdasarkan pada kecepatan dan ketepatan, sehingga di Perguruan Tapak Suci tidak diajarkan mantera-mantera, lelaku, puasa khusus untuk mencapai ilmu tertentu dan sebagainya, tapi semua ilmu yang diajarkan selama ini adalah ilmu yang berdasarkan pada rasio. Adapun tinggi rendahnya kemampuan sisw maupun anggota Tapak Suci berdasarkan pada kekuatan inividu tersebut. Untuk menjamin penguasaan keilmuan bagi para anggotanya, Perguruan TAPAK SUCI menganut sistem Jenjang/Tingkat Sabuk.Setiap kenaikan Tingkat Sabuk dilakukan melalui Ujian Kenaikan Tingkat, sehingga sabuk ketingkatan di dalam Perguruan TAPAK SUCI bukanlah merupakan pemberian atau hadiah. Setiap orang di dalam Perguruan TAPAK SUCI dituntut dapat mempertanggung jawabkan Tingkat Sabuk yang disandangnya itu--termasuk dari mana dan dengan cara apa mendapatkannya, dan dituntut sanggup sebagai teladan yang utama.